Selasa, 29 September 2009

ULASAN TENTANG PRODUKSI PENANGKAPAN IKAN [Oleh : Pargiono S,Ir]

Selamat Siang, kepada seluruh netter dimanapun berada,terlebih-lebih kepada rekan-rekan masyarakat Perikanan Indonesia. Saya menemui anda kembali dalam tulisan ataupun ulasan tentang produksi penangkapan Ikan di Usaha Perikanan. Kami ingin berbagi informasi dengan visi yang sama dengan anda adalah memperkaya Informasi tentang usaha perikanan. Kami berharap, bahwa tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan juga mempererat tali silahturahmi diantara masyarakat perikanan melalui saran,kritik dan masukan yang membangun dari teman-teman semua.

Berikut ini, mencoba mengupas tentang rumusan teori produksi penangkapan Ikan

Dalam teorinya produksi penangkapan ikan berdasar rumus umum adalah :

P = HOP X CPUE
Keterangan :
1. P adalah produksi penangkapan ikan dalam satu periode, biasanya waktu paling dekat adalah jumlah hari trip, namun dapat pula dihitung dalam satuan waktu bulan ataupun tahun
2. HOP adalah hari operasi penangkapan ikan, dengan arti jumlah hari melakukan penangkapan, sedangkan hari pelayaran dari dan ke pelabuhan pangkalan maupun fishing ground tidak dihitung
3. CPUE (catch per unit of effort) biasanya dihitung dalam ton pada hasil tangkapan per hari per kapal, namun tidak semua mengitung dengan CPUE di penangkapan dengan long line biasanya memakai hook rate (dalam persen mata pancing yang di tebar)

Penjabaran :
1. Bila produksi dihitung dalam jangka waktu yang panjang dapat menggambarkan produktivitas penangkapan dengan menguraikan :
2. HOP dalam setahun dihitung besarannya sebagai berikut : jumlah kapal (JK) dikurangi jumlah kapal di pangkalan (JP) dikurangi jumlah kapal repair/rusak (JR) dikurangi hari pelayaran (HL), faktor lain adalah keterbatasan suplai baik BBM, es,ransum dll
3. CPUE adalah yang besarannya ditentukan oleh faktor-faktor :
① Kesiapan sumber daya manusia (SDM) baik jumlah dan kualitasnya
② Musim, cuaca buruk
③ Alat tangkap yang effectif, jumlah mata pancing, kualitas dan sediaan umoan
④ Alat bantu penangkapan sperti rumpon, lampu, fish finder, dll
⑤ Kesiapan informasi baik cuaca, daerah penangkapan, informasi dta penangkapan dari sumber2 penangkapan dll
⑥ Kondisi kapal penangkap yang siap opersi, stabilitas dan kelayakan kepal penangkap dll
Pengembangan rumus menjadi

P = (JK-JP-JR-HL) X CPUE

Hal tersebut diatas masih sangat minim diuraikan, sehingga diperlukan informasi tambahan dari kalangan para ahli maupun pelakuku usaha penangkapan ikan, apakah masih ada penggembangan dari rumus tersebut di atas.
Sumbang saran sangat diperlukan karena saat ini usaha penangkapan banyak menemui kendala seperti :
1. BBM yang harganya cukup tinggi,
2. Sumber daya perikanan yang semakin berkurang dan semakin jauh
3. Perlu effisiensi karena harga ikan relative tidak pernah naik tinggi, kapal yang GT nya besar dirasa sudah tidak memadai lagi
4. Peraturan per undang2an yang semakin ketat karena menjaga pemanfaatan sumber agar tetap lestari, baik dalam maupun luar negeri
Untuk itu mudah-mudahan dengan uraian diatas dapat menjadi bahan diskusi untuk menjaga kelangsungan usaha penangkapan ikan

Sukses Selalu
Wasalam

Pargiono,Ir
Ka.Labuh PP swasta Barelang